Wednesday, October 19, 2005

HATI NURANI KLUB SEPAKBOLA

Ditengah gencarnya berita mengenai keprihatinan atas gejala kapitalisme dalam sepakbola, dimana klub-klub kaya menghamburkan uangnya untuk mendapatkan pemain berkelas demi meraih prestasi. Ada satu berita menarik di artikel detik sport mengenai Inter Milan FC.

Salah satu pemainnya yaitu Nicolas Burdiso, bek asal Argentina kembali bermain setelah cuti 8 bulan dikarenakan merawat anak perempuannya yang menderita leukimia dan memerlukan perhatian khusus dari orangtuanya. Inter Milan FC mengijinkan cuti panjang tersebut agar Nicolas Burdiso bisa berkonsentrasi merawat anaknya, dan Nicolas membayar kepercayaan klubnya dengan membawa kemenangan Inter Milan FC atas Livorno pada comeback pertamanya. Inter Milan FC termasuk salah satu klub yang sangat memerhatikan pemainnya dengan baik. Masih tersirat dalam ingatan saya adalah Nwoanko Kanu, pemain ini saat dibeli dari Ajax FC ternyata di diagnosa memiliki kelainan jantung. Selama membela Inter Milan FC, tidak pernah dia bermain sekalipun dikarenakan harus menjalani perawatan yang intensif, setelah Nwoanko Kanu dinyatakan sembuh pihak Inter Milan FC menjual pemain tersebut ke Arsenal.

Pihak klub memang berhak membeli dan menjual pemain sesuai kebutuhan dan keuangan mereka, namun para pemain sepakbola juga manusia . Sehingga klub haruslah tetap memerhatikan dengan baik para pemainnya, tidak hanya habis manis sepah dibuang. Mungkin Inter Milan FC hanya salah satu contoh klub yang merawat pemainnya dengan baik, dan mungkin juga masih banyak klub lain yang lebih baik dalam mengurus pemainnya. Semoga ditengah kapitalisme sepakbola yang semakin menggila, tidak terjadi “perbudakan modern” yang hanya menggunakan pemain sepakbola sebagai alat, namun klub juga menganggap pemain sebagai partner mereka.

*komentar pribadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home